
Ini adalah kumpulan audio dokumenter milik Mahadevi (reporter RRI Yogyakarta) tentang berbagai bangunan bersejarah dan hal-hal menarik lainnya di Yogyakarta. Audio ini telah tayang di buletin berita RRI Yogyakarta dan disimpan di layanan ini untuk dokumentasi pribadi. Selamat menikmati dan mari berjalan-jalan di Jogja bersama Devi.
| Publishes | Infrequently | Episodes | 9 | Founded | 5 years ago |
|---|---|---|---|---|---|
| Language | Indonesian | Category | History | ||

Ngabuburit khas dengan kegiatan mencari penganan untuk takjil atau berbuka puasa. Kegiatan ini rutin dilakukan pada sore hari oleh anak-anak muda. Namun, berbeda dengan kegiatan mencari jajajan, sejumlah pemuda di Bantul ini justru ngabuburit dengan ... more
Sejak ditetapkan UNESCO, batik menjadi salah satu industri yang mendunia. Begitu juga dengan proses pembuatannya yang menjadi wahana wisata yang menarik. Namun, siapa sangka dibalik cantiknya kain batik terdapat ancaman kesehatan kepada para pengraji... more
Batik biasa dibuat dengan menggoreskan malam atau lilin ke atas kain dengan menggunakan canting. Namun, berbeda dengan batik nitik. Alih-alih menggoreskannya, malam pada canting yang dibuat khusus hanya diketuk-ketukan pada kain sehingga tersusun tit... more
Tahukan Anda tentang gudeg Manggar? Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang menggunakan bahan baku nangka muda atau gori. Gudeg manggar ini menggunakan bahan baku berupa bunga kelapa yang disebut manggar. Belum lama ini, pemerintah telah menetapkan gu... more
Stadion Lukas Enembe Papua dipuji sebagai stadion terbaik di Asia Pasifik, bahkan menempati peringkat keenam sebagai stadion terbaik di dunia.
1. Statement Presiden Joko Widodo pada pembukaan PON Papua
2. Wawancara dengan Kepala Dinas Olahraga da... more
Kawasan pesisir di selatan Bantul memang dikenal sebagai salah satu tempat penyu mendarat dan bertelur. Sejak lama beberapa jenis penyu menetaskan telurnya di pasir-pasir pantai seperti Goa Cemara dan Samas. Adalah kelompok konservasi penyu Mino Raha... more
Audio dokumenter ini bercerita tentang sejarah bangunan bernama Los Bunder yang terletak di timur Stasiun Lempuyangan. Bangunan yang diperkirakan berdiri sejak abad ke 19 ini masih utuh hingga saat ini dan digunakan sebagai gudang persediaan PT KAI. ... more
Audio dokumenter ini dibuat berdasarkan pentas wayang Dalang Ki Catur Kuncoro pada Pagelaran Wayang Kulit Diponegoro dengan lakon 'Geger Spehi', bertempat di Ndalem Yudonegaran pada hari Kamis Legi tanggal 11 Maret 2021. Dalam audio terdapat kesalaha... more
How this podcast ranks in the Apple Podcasts, Spotify and YouTube charts.
Apple Podcasts | #168 |










Listeners, social reach, demographics and more for this podcast.
| Gender Skew | Location | Interests | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Professions | Age Range | Household Income | |||
| Social Media Reach | |||||
Rephonic provides a wide range of podcast stats for Jalan-jalan bareng Devi di Jogja. We scanned the web and collated all of the information that we could find in our comprehensive podcast database. See how many people listen to Jalan-jalan bareng Devi di Jogja and access YouTube viewership numbers, download stats, audience demographics, chart rankings, ratings, reviews and more.
Rephonic provides a full set of podcast information for three million podcasts, including the number of listeners. View further listenership figures for Jalan-jalan bareng Devi di Jogja, including podcast download numbers and subscriber numbers, so you can make better decisions about which podcasts to sponsor or be a guest on. You will need to upgrade your account to access this premium data.
Rephonic provides comprehensive predictive audience data for Jalan-jalan bareng Devi di Jogja, including gender skew, age, country, political leaning, income, professions, education level, and interests. You can access these listener demographics by upgrading your account.
To see how many followers or subscribers Jalan-jalan bareng Devi di Jogja has on Spotify and other platforms such as Castbox and Podcast Addict, simply upgrade your account. You'll also find viewership figures for their YouTube channel if they have one.
Jalan-jalan bareng Devi di Jogja launched 5 years ago and published 9 episodes to date. You can find more information about this podcast including rankings, audience demographics and engagement in our podcast database.
Our systems regularly scour the web to find email addresses and social media links for this podcast. We scanned the web and collated all of the contact information that we could find in our podcast database. But in the unlikely event that you can't find what you're looking for, our concierge service lets you request our research team to source better contacts for you.
Rephonic pulls ratings and reviews for Jalan-jalan bareng Devi di Jogja from multiple sources, including Spotify, Apple Podcasts, Castbox, and Podcast Addict.
View all the reviews in one place instead of visiting each platform individually and use this information to decide if a show is worth pitching or not.
Rephonic provides full transcripts for episodes of Jalan-jalan bareng Devi di Jogja. Search within each transcript for your keywords, whether they be topics, brands or people, and figure out if it's worth pitching as a guest or sponsor. You can even set-up alerts to get notified when your keywords are mentioned.